Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik


Ringkasan: Rupiah dibuka melemah ke Rp17.858 per dolar AS pada Kamis, 18 Juni 2026. Di lapangan, pedagang pasar tradisional Surabaya sudah merasakan dampaknya sejak awal Juni lewat kenaikan harga bawang, cabai, dan kedelai — meski mereka sendiri belum yakin kaitannya langsung dengan kurs.

Apa yang Terjadi dengan Rupiah Hari Ini?

Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik

Rupiah dibuka melemah 96 poin atau 0,54 persen ke level Rp17.858 per dolar AS pada Kamis pagi, 18 Juni 2026, menurut data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot. Pelemahan ini melanjutkan tren dari hari sebelumnya, ketika rupiah ditutup di Rp17.764 per dolar AS pada Rabu (17/6/2026).

Penyebabnya bukan murni faktor domestik. Dolar AS justru sedang menguat secara global, bertahan di level tertinggi dalam lebih dari dua bulan karena pasar meningkatkan ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed di bawah ketua baru, Kevin Warsh, yang baru saja mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen.

Bagi orang awam, angka Rp17.858 mungkin cuma terlihat di running text televisi atau aplikasi konversi mata uang. Tapi di pasar tradisional Surabaya, efeknya terasa lebih nyata: harga bahan pokok yang naik, dan pedagang yang harus menghitung ulang margin keuntungan mereka setiap minggu.

Bagaimana Pedagang Pasar Surabaya Merasakan Dampaknya?

Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik

Keluhan pedagang pasar tradisional Surabaya soal kenaikan harga sebenarnya sudah berlangsung sejak awal Juni, bertepatan dengan periode setelah Lebaran Idul Adha. Di Pasar Pucang Anom, pedagang sayur Rosida (51) mencatat harga bawang merah naik dari kisaran Rp40.000–Rp45.000 menjadi Rp50.000–Rp55.000 per kilogram, sementara bawang putih naik ke Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada komoditas lain di pasar yang sama. Cabai rawit menyentuh Rp70.000 per kilogram saat stok menipis, cabai besar berkisar Rp55.000–Rp65.000 per kilogram, dan kedelai naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 per kilogram dalam waktu dua minggu. Di Pasar Tambahrejo, pedagang bernama Umi melaporkan harga bawang merah bertahan di angka Rp60.000 dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

Yang menarik, para pedagang ini sendiri tidak serta-merta mengaitkan kenaikan harga dengan pelemahan rupiah. Situasi ini terjadi bersamaan dengan perhatian publik terhadap kurs yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni, namun pedagang mengaku belum bisa memastikan hubungan langsungnya. Faktor pasokan dari distributor tampaknya berperan lebih besar dalam jangka pendek dibanding fluktuasi kurs harian.

Dampaknya tidak berhenti di tingkat pedagang bahan pokok. Pedagang kaki lima dan warung makan di Surabaya juga ikut menaikkan harga jual. Seorang penjual penyetan di Jalan Krembangan Bhakti menaikkan harga nasi penyetan ayam dari Rp15.000 menjadi Rp16.000, dan nasi bebek dari Rp18.000 menjadi Rp19.000, mengikuti kenaikan harga bahan baku di pasar.

Mengapa Rupiah Melemah Belakangan Ini?

Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik

Pelemahan rupiah pekan ini tidak berdiri sendiri. Ada kombinasi faktor domestik dan global yang saling tumpang tindih:

  1. Kebijakan The Fed di bawah pimpinan baru. Pasar masih mencerna arah kebijakan moneter AS setelah Kevin Warsh mengambil alih kepemimpinan The Fed dan mempertahankan suku bunga acuan tetap.
  2. Cadangan devisa yang menurun. Cadangan devisa Indonesia tercatat turun pada Mei ke level terendah dalam hampir dua tahun, menjadi sinyal bahwa bank sentral terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas kurs.
  3. Data konsumsi domestik yang melemah. Kepercayaan konsumen pada Mei tercatat jatuh ke level terendah sejak September 2025, sementara penjualan ritel April turun untuk pertama kalinya dalam setahun.
  4. Ancaman tarif dagang AS. Washington dilaporkan bersiap menerapkan tarif 18 persen atas barang asal Indonesia mulai 24 Juli 2026, sebuah risiko eksternal yang ikut menekan ekspektasi pasar terhadap arus modal dan ekspor.
  5. Respons Bank Indonesia. Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar total 75 basis poin sejak Mei, termasuk kenaikan 25 basis poin ke level 5,50 persen, sebagai langkah menahan pelemahan lebih lanjut.

Data Internal: Korelasi Kurs dan Harga Pasar Tradisional Surabaya

Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik

Tabel berikut menyusun ulang titik data dari pemberitaan lapangan selama Juni 2026 untuk menggambarkan pola kenaikan harga komoditas di pasar tradisional Surabaya, dibandingkan dengan pergerakan kurs pada periode yang berdekatan.

KomoditasHarga Awal JuniHarga Pertengahan JuniKenaikanLokasi Pasar
Bawang merahRp40.000–45.000/kgRp50.000–60.000/kg~25–33%Pucang Anom, Tambahrejo
Bawang putihRp25.000/kgRp30.000–40.000/kg~20–60%Pucang Anom, Tambahrejo
Cabai rawitRp70.000/kgFluktuatif, tergantung stokPucang Anom
Cabai besarRp55.000–65.000/kgNaik sejak LebaranPucang Anom
KedelaiRp12.000/kgRp15.000/kg~25%Pucang Anom
Minyak goreng curah~Rp22.000/literStok tidak stabilSurabaya (berbagai pasar)

Catatan metodologi: data dihimpun dari liputan lapangan Kompas.com dan detikJatim periode 5–9 Juni 2026. Periode pembanding kurs: Rp17.762–Rp18.107 per dolar AS pada rentang waktu yang sama. Sumber pedagang tidak menyatakan kepastian kausalitas langsung antara kurs harian dan harga komoditas; pola ini bersifat deskriptif, bukan korelasi statistik yang diuji.

Apa Kata Pemerintah Kota Surabaya?

Pemerintah Kota Surabaya merespons keluhan ini dengan koordinasi distributor dan operasi pasar berkala. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa stok bahan pokok utama seperti minyak goreng, beras, dan gula masih dalam kondisi aman, dan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional serta Kantor Wilayah Bulog untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Langkah serupa juga terlihat dari sisi distribusi minyak goreng bersubsidi (Minyakita). Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Timur, Yudi Arianto, menyebut ketersediaan Minyakita bersifat fluktuatif karena dipengaruhi volume ekspor perusahaan swasta, namun ada tambahan pasokan lebih dari satu juta liter pada Juni 2026 untuk membantu menjaga stok di pasaran.

Bagaimana Pedagang Bisa Menyiasati Kenaikan Harga?

Rupiah Melemah Rp17.858 Pagi Ini, Pedagang Pasar Surabaya Mulai Keluhkan Harga Naik

Berdasarkan pola yang muncul dari pengalaman pedagang pasar tradisional Surabaya, beberapa langkah praktis berikut relevan untuk pedagang skala kecil maupun rumah tangga yang ingin menjaga margin di tengah ketidakpastian kurs:

  1. Pantau harga distributor harian, bukan bulanan. Pasokan dari distributor — bukan kurs harian — yang paling sering menjadi pemicu langsung kenaikan harga di lapangan.
  2. Sesuaikan porsi sebelum menaikkan harga jual. Sejumlah pedagang warung makan memilih mengurangi porsi terlebih dahulu sebelum menaikkan harga, untuk menahan pelanggan yang sensitif terhadap harga.
  3. Diversifikasi pemasok untuk komoditas volatil seperti cabai dan bawang, mengingat fluktuasi harga keduanya jauh lebih tajam dibanding beras atau gula yang relatif stabil pada periode ini.
  4. Manfaatkan operasi pasar pemerintah saat tersedia, karena Pemkot Surabaya secara berkala menggelar operasi pasar dan pasar murah untuk menahan lonjakan harga di tingkat konsumen.
  5. Catat margin per transaksi, bukan hanya omzet, karena beberapa pedagang melaporkan omzet stabil namun keuntungan riil menyusut akibat kenaikan harga modal.

Baca Juga Tradisi Malam 1 Suro: Masyarakat Jawa Menyambut Tahun Baru Penuh Filosofi
Kunjungi Juga Rajadana

FAQ

Berapa kurs rupiah hari ini, 18 Juni 2026?

Rupiah dibuka di level Rp17.858 per dolar AS pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 09.05 WIB, melemah 96 poin atau 0,54 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Apakah kenaikan harga di pasar Surabaya disebabkan langsung oleh pelemahan rupiah?

Berdasarkan pengakuan pedagang di lapangan, hubungan ini belum bisa dipastikan secara langsung. Pedagang lebih sering mengaitkan kenaikan harga dengan keterlambatan pasokan dari distributor dibanding fluktuasi kurs harian.

Komoditas apa yang paling terdampak di pasar tradisional Surabaya?

Bawang merah, bawang putih, cabai, dan kedelai mengalami kenaikan paling signifikan, sementara beras, gula, dan telur relatif stabil pada periode yang sama.

Apa langkah Pemkot Surabaya untuk menstabilkan harga?

Pemkot Surabaya melakukan koordinasi dengan distributor, menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala, serta bekerja sama dengan Bapanas dan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *