surabayafeeds – Popularitas olahraga padel yang terus meningkat di Indonesia ternyata memunculkan persoalan baru di kawasan permukiman. Di Surabaya, sejumlah warga Perumahan The Dharma Indah Regency, Dharmahusada Indah, mengeluhkan kebisingan yang berasal dari aktivitas lapangan padel yang beroperasi di dekat rumah mereka. Keluhan tersebut bahkan sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik serta pemerintah daerah.
Menurut warga, suara benturan bola ke kaca dan pagar lapangan, teriakan pemain, hingga keramaian pengunjung terdengar jelas hingga ke dalam rumah, terutama pada sore dan malam hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat penghuni yang tinggal berdampingan langsung dengan fasilitas olahraga tersebut.
Keluhan Warga Viral di Media Sosial
Polemik ini bermula setelah seorang warga bernama Felicia Kartika mengunggah keluhannya mengenai kebisingan dari lapangan padel yang berada tepat di samping rumahnya. Dalam video yang beredar luas, ia mengaku aktivitas olahraga tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam sehingga memengaruhi kualitas hidup keluarganya.
Felicia menyebut suara yang muncul bukan hanya berasal dari permainan padel itu sendiri, tetapi juga dari aktivitas pengunjung yang datang dan berkumpul di area lapangan. Ia mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pengelola, kelurahan, kecamatan, hingga mengikuti proses mediasi bersama pihak terkait.
Menurutnya, kebisingan telah berlangsung cukup lama dan belum sepenuhnya terselesaikan meskipun berbagai upaya komunikasi telah dilakukan.
Apa yang Dikeluhkan Warga?
Beberapa sumber menyebutkan terdapat beberapa jenis gangguan suara yang menjadi sorotan warga, antara lain:
- Suara benturan bola dengan kaca lapangan.
- Benturan bola dengan pagar pembatas.
- Teriakan pemain saat bertanding.
- Aktivitas pengunjung di sekitar lapangan.
- Operasional lapangan hingga malam hari.
Bagi warga yang rumahnya berada tepat di samping lapangan, suara tersebut dinilai cukup signifikan karena terdengar hingga ke area kamar tidur dan ruang keluarga.
Data Ringkasan Polemik Lapangan Padel Surabaya
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Dharmahusada Indah, Surabaya |
| Fasilitas | Lapangan Padel Atlas Sports Club |
| Keluhan utama | Kebisingan aktivitas olahraga |
| Sumber suara | Bola, kaca, pagar, pemain, pengunjung |
| Jam operasional sebelumnya | 06.00 – 22.00 WIB |
| Jam operasional baru | 06.00 – 21.00 WIB |
| Tindakan pengelola | Pemasangan peredam suara |
| Instansi yang terlibat | DLH Surabaya, Satpol PP, warga dan pengelola |
| Status saat ini | Menunggu evaluasi dan hasil pengukuran kebisingan |
Pengelola Langsung Merespons Keluhan
Menanggapi protes warga, pihak Atlas Padel Surabaya mengambil sejumlah langkah untuk meredam polemik.
Langkah pertama adalah memasang sistem peredam suara atau sound barrier pada area lapangan yang berbatasan langsung dengan rumah warga. Pemasangan ini difokuskan pada titik yang dianggap menjadi sumber utama keluhan kebisingan.
Selain itu, manajemen juga memutuskan menonaktifkan salah satu lapangan yang posisinya paling dekat dengan rumah warga sampai proses pemasangan peredam selesai dilakukan secara menyeluruh.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pengelola untuk menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Jam Operasional Dipangkas
Tidak hanya memasang peredam suara, pengelola juga memangkas jam operasional lapangan.
Sebelumnya aktivitas olahraga berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Setelah adanya keluhan warga, jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi potensi gangguan pada malam hari ketika sebagian besar warga membutuhkan suasana yang lebih tenang untuk beristirahat.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu solusi jangka pendek sambil menunggu efektivitas pemasangan peredam suara.

Persoalan kebisingan ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.
DLH melakukan verifikasi lapangan dan pengukuran tingkat kebisingan guna memastikan apakah suara yang dihasilkan lapangan padel masih berada dalam batas yang diperbolehkan untuk kawasan permukiman. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi dasar objektif dalam menentukan langkah lanjutan.
Pendekatan berbasis data ini dianggap penting karena tingkat kebisingan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan persepsi subjektif semata.
Tidak Semua Warga Merasa Terganggu
Menariknya, tidak semua warga memiliki pandangan yang sama terkait keberadaan lapangan padel tersebut.
Beberapa warga dan pengurus lingkungan menyebut bahwa keluhan paling besar berasal dari rumah yang berbatasan langsung dengan lapangan. Sementara sebagian warga lain mengaku masih dapat mentoleransi aktivitas olahraga tersebut karena jarak rumah mereka lebih jauh dari sumber suara.
Meski demikian, mereka tetap mendukung langkah pengelola untuk memasang peredam suara agar tercipta keseimbangan antara kegiatan olahraga dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Fenomena Baru Seiring Popularitas Padel
Kasus di Surabaya ini mencerminkan tantangan baru yang muncul seiring meningkatnya popularitas olahraga padel di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan padel bermunculan di berbagai kota besar karena tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Namun berbeda dengan tenis atau futsal, padel menggunakan dinding kaca sebagai bagian dari permainan sehingga menghasilkan karakter suara yang khas dan berulang.
Karena itu, aspek tata ruang dan mitigasi kebisingan menjadi faktor penting ketika fasilitas olahraga dibangun di dekat kawasan permukiman.
Pentingnya Mencari Solusi Bersama
Polemik lapangan padel di Surabaya menunjukkan pentingnya komunikasi antara pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Di satu sisi, fasilitas olahraga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Di sisi lain, warga juga memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman dan kondusif. Karena itu, solusi terbaik biasanya berada di tengah, melalui pemasangan peredam suara, pengaturan jam operasional, serta evaluasi berkala terhadap dampak aktivitas usaha.
Keluhan warga Surabaya terkait kebisingan lapangan padel menjadi sorotan setelah viral di media sosial dan memicu mediasi antara warga, pengelola, serta pemerintah daerah. Suara benturan bola, teriakan pemain, dan aktivitas pengunjung menjadi sumber utama gangguan yang dirasakan sebagian warga, terutama yang tinggal tepat di samping lapangan.
Sebagai respons, pengelola telah memasang peredam suara, menonaktifkan lapangan yang paling dekat dengan rumah warga, serta memangkas jam operasional hingga pukul 21.00 WIB. Sementara itu, DLH Surabaya masih melakukan evaluasi untuk memastikan tingkat kebisingan sesuai standar yang berlaku.
Referensi
- Headline Jatim – Warga Keluhkan Kebisingan, Atlas Padel Pasang Peredam dan Batasi Jam Operasional
- Nusantara Abadi News – Atlas Sports Club Pasang Peredam Suara, Warga Nilai Keluhan Kebisingan Bersifat Personal
- BeritaSatu – Warga Surabaya Protes Lapangan Padel, Suara Bising Ganggu Istirahat
- KabarBaik – Atlas Padel Surabaya Nonaktifkan Satu Lapangan dan Pangkas Jam Operasional
- Metro Today – Lapangan Padel di Dharmahusada Indah Surabaya Dikeluhkan Warga